"Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit."
[Gossip Jalanan, Slank]
Itulah potongan lagu Slank yang sempat bikin panas kuping para anggota dewan yang terhormat. Sedemikian panas hingga sempat ada kabar bahwa kelompok musik dari Gang Potlot itu bakal digugat Badan Kehormatan (BK) DPR. Kenapa baru panas sekarang, padahal lagu tersebut sudah ada sejak tahun 2004? Entahlah, mungkin para anggota dewan kurang tekun menyimak suara-suara di sekeliling mereka.
Lagu Gossip Jalanan tersebut belakangan dirilis ulang oleh Slank atas persetujuan KPK dalam usaha kampanye anti korupsi. Bahkan pada hari Senin tanggal 24 Maret lalu, Slank sempat juga menggelar pentas di gedung KPK, membawakan lagu-lagu mereka yang bernada sarkartis menyoroti maraknya korupsi di Indonesia. Tak hanya itu, Slank kini sedang menggarap CD kompilasi lagu-lagu mereka yang bertema sosial dengan judul 'Anti Korupsi "Not for Self"'.
Kini ancaman gugatan DPR terhadap Slank gugur hancur ketika sebuah peristiwa [yang tak terlalu] mengejutkan terjadi. Rabu tanggal 9 April 2008, Al Amin Nasution, anggota fraksi PPP DPR, ditangkap sekitar pukul 02:00 WIB di hotel The Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Amin diduga terkait rencana pengalihan kawasan hutan lindung menjadi hutan industri di provinsi Riau. Tuduhan suap senilai 1,8 miliar rupiah membayangi langkah sang anggota dewan.
Sebuah kebetulankah? Saya tak tahu. Tapi untuk saya pribadi, ini sebuah kisah yang lucu. Pengantar saya berharap, semoga jadi pengingat untuk mereka yang tengah punya kuasa, supaya jangan asal ancam, asal gugat, asal gebuk; sebelum diri berkaca dan menelaah jiwa. Sebagai penonton, saya sudah lagi puas terbahak: menyimak sebuah komedi satir persembahan semesta.
10 April 2008 ; 21.40
Thursday, April 10, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Tulisanmu akhir-akhir ini menjejak!
Hahahaha... hanya menyentil. Percayalah, belum lagi memakai seperempat ketajaman kata yang ada ^_-
Post a Comment