Monday, April 7, 2008

Tim Sukses

Saya sedang muak. Sungguh!

Alasannya sederhana saja, PILKADA[L] akan segera dilangsungkan, dan saya muak dihujani materi kampanye para kandidat yang nggak bermutu. Ada yang mengaku sudah dinanti rakyat priangan dengan pola kampanye “Kang …[nama kandidat] , tos ditungguan ku rakyat Jabaaar..!” (Kang ... [nama kandidat], sudah ditunggu oleh rakyat Jabar)

Huh! Sontak hati tegas menukas, “Siapa yang nunggu, dul? Gua nggak!”

Ada juga yang [konon] diharapkan mengembalikan keadaan seperti ketika kita mesti memilih presiden yang sama selama 32 tahun. Apa nggak salah, tuh?

Lantas ada kandidat yang [mencoba] menampilkan ke-"keren"-an masa lalu ketika masih jadi idola remaja tahun ‘80-an. Ada pula yang sekedar berbangga akan kumis mereka. Halah..!

Apakah saya menyalahkan kandidat-kandidat itu untuk bentuk kampanye mereka yang tidak cerdas? Tidak sepenuhnya. Mereka hanya ingin menang, itu saya maklumi. Dan mereka akan melakukan cara apapun untuk mencapainya.

Tapi sungguh, saya ingin tahu siapa yang menjadi otak di balik kampanye mereka. Tim sukses. Demikian biasanya mahluk-mahluk itu disebut. Ingin saya guncang kepala mereka, sekedar untuk mengetahui apakah kepala-kepala tersebut bakal berkelontangan sebab sel-sel kelabu mahapenting yang berada di dalamnya sudah lagi keras mengerikil;
jadi bebatu mungil dalam tengkorak mereka yang juga kecil. Menyebabkan mereka sulit berpikir, hingga sanggup mereka mencipta bentuk kampanye yang selama ini terpaksa saya konsumsi.

Tapi mungkin saya perlu berterimakasih pada mereka, sebab bagaimanapun mereka telah sukses membuat saya yakin dan akhirnya menetapkan keputusan penting. Mereka telah membuat saya melihat dan mendengar lagi, dengan penuh yakin tanpa titik-titik ragu yang mengaburkan pandang dan pikir. Sebuah keyakinan utuh yang pernah hilang, kini telah kembali pulang. Maka saya teguh membulatkan putusan.

Saya telah memilih.. untuk tidak memilih.

Terima kasih, tim sukses. Kalian memang sukses.



7 April 2008 ; 21.16

2 comments:

DM said...

Ya. Kalau begitu kau sudah menentukan pilihan!

Dyanti said...

Tentu, aku sudah menggunakan hak yang sesungguhnya. Hehehe...