ingin kukoyak topeng tebalmu
guyurkan hujan untuk menghapus riasan manismu
mulut madu bersalut gulagula palsu
membebalkan kupingkuping yang terbuai dustamu.
tubuh rapuhmu persembunyian monster berkepala dua
bercabang lidahnya berbisa; dahi bercula tiga
gelap yang mengalir di nadimu menetes deras -
jauh dari lubuk hatimu nir cahaya.
kau pinta lidahlidah api menggila menjilatmu
katamu, kau ingin bolabola bara menabrakmu
supaya runtuh dunia kecil penuh basabasi merdumu;
kuserukan 'amin!' buat harapmu.
biar luruh semua dustamu.
biar nampak wajah aslimu.
biar lepuh topeng tebalmu.
shh..!
4 oktober 2008 ; 16.13
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

6 comments:
Hohoho..........
tulisannya sadis-sadis ui...!!!ckckckckck.
Seandainya aku masih muda, mungkin aku ndak mau kalah, tapi maklum, sekarang sudah bangkotan, jadi lebih baik banyak merenung biar gak keabisan baterai. Lanjutkan perjuangan, raih masa depan.
teteh, katanya gak suka sama puisi yang rada-rada 'sumpah serapah'? kok yang ini sepertinya...? emang buat siapa tah? (mau tau aja..hehehe...)
hi IBS,
Iya nih, sedang berpapasan dengan seseorang yang penuh kepalsuan. Duh... :p
Sama Teh Desi, saya juga lagi merasa pengen menikam kepalsuan yang wara-wiri. Pengen muntah melihatnya. Pusisinya jadi mengingatkan itu lagi, tapi ah sudahlah...lebih baik tidak peduli, lebih baik diamkan saja dia dengan kepalsuannya.
Kalo Teh Desi baiknya gimana menghadapinya ?
Oya, mampir pertama kali nih Teh Desi...suka dengan tulisannya ^^ Salam kenal
uhm... jadi inget lagunya Peterpan... "Buka dulu topengmu...!" Salam!
Post a Comment